Diamankan Satpol PP Akibat Langgar Instruksi Wako, 42 Pelajar Terancam Dikirim ke Panti Rehab Anak

rizki, 23 Mar 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

SOLOK KOTA -   Sebanyak 42 pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Solok, diamankan oleh Satpol PP dan Damkar Kota Solok akibat melanggar Instruksi Walikota Solok tentang Penanganan Dampak Corona Virus Disease 2019 di Lingkungan Pemerintah Kota Solok, Senin (23/3).

Sesuai dengan instruksi yang ditandatangani Wali Kota Solok H.Zul Elfian dengan nomor : 420/239/DDIK-sekr/2020, tertanggal 20 Maret 2020 itu, pelajar yang seharusnya melakukan belajar dari rumah tersebut terbukti telah melanggar dan ditemukan di sejumlah Warung Internet (Warnet) di Kota Solok.

Adapun poin instruksi yang dilanggar berbunyi, kepada pelajar/siswa yang kedapatan berada di fasilitas umum/keramaian tanpa didampingi orang tua akan ditindak oleh Satpol PP kecuali ada hal-hal yang sangat penting.

Di hadapan para pelajar itu, Kasat Pol PP dan Damkar Kota Solok Ori Affilo menyampaikan arahannya bahwa, untuk kali ini kepada mereka yang ditangkap akan dilakukan pendataan dan dipanggil orangtuanya. Namun, jika nanti kedapatan lagi, maka akan dilakukan penahanan untuk diproses lebih lanjut.

Ori Affilo menjelaskan, Covid 19 bukanlah virus main-main, virus ini merupakan virus yang sangat berbahaya. Oleh karena itulah, kebijakan Pemko Solok memilih untuk menginstruksikan para pelajar agar bisa belajar dirumah, sebagai salah satu upaya memutus mata rantai sebaran Virus Covid 19.

"Tentunya kita sangat mengharapkan dukungan dan peran serta orang tua untuk dapat mengawasi anak-anak kita. Semoga kedepan tidak ditemui lagi pelajar yang bermain-main seperti ini. Laksanakanlah tugas belajar dirumah dengan baik sampai keadaan normal kembali," tutup Kasatpol PP dan Damkar Kota Solok Ori Affilo.

Turut hadir, Kepala Bidang Kenyamanan, Keamanan dan Ketertiban Satpol PP Kota Solok Agus Susanto, Kasi Ops Satpol PP Kota Solok Rico Saputra, serta personil Pol PP Kota Solok.

Ketika dikonfirmasi awak media, dikatakan Ori, bahwa pihaknya sudah mendata seluruh pelajar yang terjaring, dan untuk tahap pertama ini hanya diberi arahan dan nasehat serta membuat perjanjian. Namun, jika masih mengulangi dan tertangkap / kena razia lagi maka orang tua yang diminta untuk membuat perjanjian dan anak tersebut akan kategorikan anak naka. Bahkan Kapala Sat Pol PP dan Bamka itu mengancam bagi anak – anak yang diketegorikan nakal itu akan dikirim ke panti rehabilitasi anak di Kabupaten Lama Puluh Kota

“Kita sudah mendata seluruh pelajar yang terjaring, untuk tahap pertama mereka diberi arahan dan nasehat serta buat perjanjian. Kalau masih kena razia lagi kita buat orang tua yang berjanji dan kita akan kategorikan anak nakal. Mungkin kita kirim saja ke panti anak di 50 Kota,” ujarnya.  (Amel)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu